Aku Ingin Berteduh (di Hatimu)

"Cinta adalah sesuatu yang Indah" karena itu Jika aku diberi pilihan "Bernafas atau Mencintaimu," akan aku gunakan " nafas terakhirku untuk mencintaimu "




Tampilkan postingan dengan label Cahya-Senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cahya-Senja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Tetas-tetas Cinta

Engkau tentu ingat
Jarak jeda rindu itu kian sangat teramat
Seringkali membuat bantalku berkeringat air mata
Bahkan setiap jengkal jarak pintu rumahku-pintu rumahmu serasa siksa

Kini
Pada tiap putaran rembulan
Lengkung sabitmu menggantung
Kecupan khidmat menghiasi bantal-bantal yang dulu berkeringat air mata

(Ah barangkali inilah cinta
Menetas saetelah sedasawarsa kuerami)

Sabtu, 05 Juli 2014

SMS (Sesederhana Mimpi Senja)

karya: Andrea 'Uvy' Hidayah
watch video >> http://www.youtube.com/watch?v=Wj2wrX8mYqg&feature=youtu.be


Sederhana saja
Mimpiku
Menjalani hari-hari bersamamu
Dengan penuh cinta

Menikmati senja
Duduk bersama di bawah kaki langit
Tepat saat warna bumi menyemburat
Teriring canda tawa kita bersama

Mimpiku sederhana saja
Ketika mata air menganak sungai di matamu
Dua tangankulah pertama kali menyeka
Mendekap penuh hangat
Hingga senyum bibirmu
kembali tersemat

Benar,
Aku bukanlah air laut
Dengan ikhlas menampung segala kotoran dari darat
Tapi aku masih punya hati
Dengan ikhlas menampung keluh kesahmu
beserta segala kesumat

Sederhana bukan...?


#‎Senja_Cahya‬ ( video puisi ini bisa di lihat di >> http://www.youtube.com/watch?v=Wj2wrX8mYqg&feature=youtu.be )

Kamis, 03 Juli 2014

Mengenang Wajah Lama

(di Pulau Lama)

by: Andrea 'Uvy' Hidayah


Aku dihasut ingatan
Aku kunjungi pulau kenangan
Aku Timbul-tenggelam
Aku berlalu
Aku beranjak dari wajah lama
Aku Menjarak tanpa jeda

Di sana
Pipiku basah
Tangisku pecah

Tentang Senja (part III)

By: Andrea 'Uvy' Hidayah


"Kenapa Senja seakan tak berjarak dengan puisi?"
Pertanyaan itu terlontar begitu saja ketika aku bertemu dia. Dengan senyum khas, mata Senja menerawang.
"Merekam dan mendokumentasikan jejak yang singgah di otak, aku menyebutnya intuisi. Dari intuisi kutulis inti sari dan serat hidup, jadilah puisi. Puisi serupa rindu di hati, sakitnya melukai sekaligus menyembuhkan." Ucapnya lembut.

Minggu, 29 Juni 2014

Di Mata


By: Andrea 'Uvy' Hidayah

Sewarna apa
Rinduku rebah tibatiba
Tak tampak senja
Yang tersisa hanya pagi
Dengan butiran rinai
Berceraiberai
Ter-bu-rai!

Mataku
Membabibuta rindu
Pa-da-mu!

Ah
Asmara hanyalah kisah
Membakar bibirmu yang membasah indah
Me-re-kah!

Pesan semalam kautandai
Selalu ada mimpi
Tak mesti
Sepi
Harus ma-ti!


‪#‎Cahya_Senja‬

Aku Boleh Mati, Tapi TIDAK dengan CINTA

by: Andrea 'Uvy' Hidayah
 ========================================
Pernah kita susuri
Jalan terjal liku berduri
Tersesat padang keegoisan hati
Aku pergi
Gapai mimpi
Nantikan aku kembali
“Serupa apa kau di sana
Beberapa masa hanyalah jeda
Menunggu kering sudah air mata”
Sesayup sayap rindumu menyeruak
Lena jiwa terhenyak
Dada menyesak
Cintamu begitu perkasa
Menerjang lunglai tembok rasa
Untukmu boleh saja aku mati
Tapi tidak dengan cinta
Untukmu aku kembali
Hari ini
Di sini
 
‪#‎Senja_Cahya‬, terima kasih masih menunggu. (Tepian laut utara 11-11-2011)

Sabtu, 28 Juni 2014

Senja Kali Ini


By: Andrea 'Uvy' Hidayah

Senja begini
Aku selalu membayangkan berada di garis pantai
Kaki terbenam diantara air dan pasir
Pandangan berlayar
Lepas....

Lalu
Sesuatu yang tiba-tiba itu terjadi
Kau datang dari belakang
Memelukku begitu tenang
Mencium dengan khidmat
Aku tertawa
Kau tertawa
Kita tertawa
Pada jeda tersebut
Ingin kugenggam erat jemarimu
Menyusuri tiap riak air
Yang berkecipak lembut di pipi pasir
Ingin sekali...
Semoga
Senja yang cantik di langit utara
Mengerti do'aku
(Saat ini)

sajak jingga

Diujung senja
ia ukir semburat sajak merah muda
teruntuk wanita bermata kaca dengan pipi merona dan berhati Cahya

Melukis Lintas Jejak Sajak

by: https://www.facebook.com/uvy.hidayat

Waktu kian melampau
Setelah beberapa jalan bersimpang
Aku ingin pulang

Kelak
Di halaman akhir
Setelah jeda waktu yang terlampau panjang
Akan kulukis lintas kesetiaan jejak sajak
Menunggu ribuan anak kalimat
Dari rahim wanita bermata Cahya

#Senja_Cahya

Sajak Sebagian

 
Semalam
Ketika kutertidur
Sajakku berlarian keluar kamar
Sebagian menjelma kata-kata
Sebagian lagi (jadi) mayat tanpa nama

Pagi...
Selamat datang
Bagaimana mencumbu sajak semalam?
Ah, barangkali malu di hatimu pulang kandang
Tak perlu kau jejak
Cukuplah menuju senja beranjak
Kutunggu ribuan anak kalimat di ujung utara selat
Pukul 4 lewat 6 tepat...!

#Senja_Cahya (4.6 «~PatNam)

Kamis, 28 November 2013

Tepat di Hatiku

(Di ilhami setelah membaca salah satu karya teman di KBM)


Aku tahu
Kemarin kau membawa sepotong senja
Dan menanamnya disini.
Tepat di hatiku

Maka, jika kau bertanya ; "apa yang ingin kau lakukan".

Yang ingin kulakukan hanya mematikan langkahmu
Agar tetap kau di sini 
Tepat di sampingku. 
   
by : Andrea 'uvy' Hidayah ; https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/621486907913204/?comment_id=621498067912088

Cintaku tak Sesederhana jajanan kaki lima.

Aku membayangkan
Kelak, suatu saat duduk bersamamu
Di bawah kaki langit, tepat pada pertengahan potongan semburat senja. Atau di beranda jubah malam dengan gugus gemintang.

Menikmati jajanan sederhana, lesehan kaki lima.
 
Lalu, bukan kita yang iri melihat mereka (pasangan) yang berlalu lalang bergandeng tangan.
Tapi mereka-lah yang tersenyum manis melihat kemesraan kita yang penuh kesederhanaan.
Mungkin aku tak sanggup membawamu ke hingar-bingar restoran.

Cukuplah disini, di emperan alun-alun kota
Menikmati jajanan sederhana lesehan kaki lima dengan penuh cinta.

(Kebahagiaan bukan seberapa mahal yang kita pakai, bukan pula "brand" terkenal yang kita santap, kebehagiaan ada disini. Di hati yang selalu memberi cinta, dan di beri cinta. Pertautan antara hati dan cinta itulah "BAHAGIA")
 
(Senja_Cahya)
https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/621590077902887/?notif_t=like..

Rabu, 02 Oktober 2013

semestinya kau paham

Tanpa cinta dan rindu yang terucap, pun semestinya kau paham dengan tatap mata yang selalu merindumu cahyaku....

Rabu, 25 September 2013

mimpi

Dia bermimpi melewati hari bermasa-masa dan bersama-sama denganmu dalam satu atau dua masa mendatang,,,,

Jumat, 30 Agustus 2013

Semoga kapan hari atau waktu angin laut dan gelombang samudera mendamparkan dia di sana pada sepotong senja

Kamis, 29 Agustus 2013

pada sepotong ufuk barat dan timur

Kelak ia menceritakan kisahnya kepada anak anak senja, gugus gemintang juga semburat mentari pada sepotong ufuk barat dan timur

sesungging kopi

hmmm sesekali waktu memang perlu memandang senyummu agar sejuk hati dan kopi hitam terasa manis