Tiap waktu yang terlewat
Jeda itu semakin terpangkas
Kulihat rembulan bersinar sampai syuruq
Hembus angin panas pengasta cinta kita
Tak kurasa lagi
Doadoa pernah kita selipkan
Pada pengeraman rerimbun kerinduan
Kini sudah hampir menelur
Semoga tetas,
menjadi kelahiran harum anak-anak doa berikutnya
Ah...
Iya benar
Jarak jeda rindu itu
pernah membuat bantalku berkeringat air mata
Bahkan setiap jengkal jarak pintu rumahku-pintu rumahmu serasa siksa
Kelak, aku yakin
Semua menjadi syukur
Sebab Tuhanlah yang Maha Tahu Ukur
Betapa pernah tentram gelisahnya dada
Menahan saat itu tiba
Terimakasih Tuhan
Terimakasih Teman
Atas semua doa perhatian
Pun penantian...
Tegal. Agustus 2014
Jeda itu semakin terpangkas
Kulihat rembulan bersinar sampai syuruq
Hembus angin panas pengasta cinta kita
Tak kurasa lagi
Doadoa pernah kita selipkan
Pada pengeraman rerimbun kerinduan
Kini sudah hampir menelur
Semoga tetas,
menjadi kelahiran harum anak-anak doa berikutnya
Ah...
Iya benar
Jarak jeda rindu itu
pernah membuat bantalku berkeringat air mata
Bahkan setiap jengkal jarak pintu rumahku-pintu rumahmu serasa siksa
Kelak, aku yakin
Semua menjadi syukur
Sebab Tuhanlah yang Maha Tahu Ukur
Betapa pernah tentram gelisahnya dada
Menahan saat itu tiba
Terimakasih Tuhan
Terimakasih Teman
Atas semua doa perhatian
Pun penantian...
Tegal. Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar