Mengingat kembali petuah Syaikh Ali Thanthawi.
Putriku,
Dewasa ini, kita-umat manusia- diserang melalui jalan yang mengerikan
yaitu syahwat. Setiap pemuda yang kau tawarkan syahwat (hawa nafsu)
mereka akan serta merta menerima. Syahwat adalah penyakit yang sangat
mudah menyebar, meskipun tidak mematikan tapi sangat menyakitkan.
Putriku,
Demi Allah tuhan umat manusia, benar bahwa lelakilah yang memulai
langkah pertama dalam lorong dosa. Tapi percayalah,jika bukan lantaran
lemah gemulaimu, mereka tidak akan berani dan bertambah parah. Engkaulah
yang membukakan pintu. Dia masuk. Kau katakan pada pencuri itu,
“silahkan …” Lalu ketika ia telah mencuri, engkau berteriak, “Tolong!
Saya kemalingan…”
Putriku,
Jika kau mengerti bahwa semua
laki-laki itu serigala sedang engkau adalah domba, niscaya kau akan lari
dari mereka, sebagaimana domba lari dari serigala. Andai kau sadar
mereka adalah pencuri, engkau pun akan sangat berhati-hati seperti orang
pelit yang takut kehilangan barang berharganya.
Putriku,
Kematian lebih baik bagimu daripada kehilangan sesuatu yang mulia itu.
Lelaki sangat mengharapkan sesuatu yang paling mahal darimu, yaitu
KEHORMATAN yang menjadi KEBANGGAAN dan dengan dua hal itu engkau hidup.
Sungguh!!! Hidup wanita yang terenggut kehormatannya oleh lelaki,
seratus kali lebih pahit, perdih dan perih dibandingkan kematian seekor
domba yang mati diterkam serigala.
Putriku….
(Bersambung part II)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar