Aku Ingin Berteduh (di Hatimu)

"Cinta adalah sesuatu yang Indah" karena itu Jika aku diberi pilihan "Bernafas atau Mencintaimu," akan aku gunakan " nafas terakhirku untuk mencintaimu "




Sabtu, 28 Juni 2014

Sekelumit (tentang) SENJA

by: Andrea 'Uvy' Hidayah

Baginya...
Menulis seperti kamera, serupa rekam jejak. Mendokumentasikan kehidupan sehari-hari.
Beberapa kisah yang ia tulis, tak lain hanya untuk "melapukkan" dendam, perih dan amarah agar tidak meranggas dalam tindakan, juga untuk melawan ketidakberdayaannya pada nasib. Sebagian (besar) kisah lainnya, ia tulis setelah menziarahi masa lalu, tentang cinta dan rindu. Orang-orang banyak menyebut tulisannya (serupa) puisi. Aku menyebutnya seni.
Ia begitu dekat dengan puisi. Terlalu dekat, hingga (hampir) tak berjarak. Wajar saja, sebab ia selalu mengisi waktu luangnya untuk mencatat gagasan fikir, buah bibir dan segala memori yang pernah menghampiri. Lewat puisi ia serupa dua sisi koin berseberangan. Bisa melukai sekaligus menyembuhkan.

Menyadari jauh dari sempurna, ia tak pernah sendiri. Melalui sebuah wadah ia terus mengasah seninya. Bersama teman-teman dan keluarga besarnya (KBM) saling asah, asih dan mengasuh aksara. Terkadang ia tulis dengan bait-bait telanjang. Namun tak jarang ia memainkan ribuan anak kata pada diksi yang samar_nyaris gelap_sengaja ia tanam di ranah simbolik.
Semangatnya yang berapi untuk terus menulis, membuatnya pernah berjanji pada teman-teman dan keluarga besarnya (KBM) :
"Dengan atau tanpa terbit, aku akan terus menulis. Sampai tulisan itu menulis dirinya sendiri".
‪#‎Tegal‬, 240414 (Andrea "Bukan Hirata" Hidayah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar